Current Issue

Vol 4 No 2 (2019): Jurnal SORA

Di penghujung tahun 2019, jurnal SORA terbit dengan menampilkan lima tulisan yang terkait dengan bahasa Prancis, Jepang, dan Inggris. Empat dari lima penulisnya berasal dari STBA Yapari-ABA Bandung, seorang berasal dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon.
Yang pertama adalah Silvi Satia Kemala, yang menampilkan hasil penelitiannya tentang kemampuan pemelajar bahasa Prancis dalam memahami teks fiksi berbahasa Prancis. Yang disampaikan tidak saja pemaparan terkait kemampuan para pemelajar yang menjadi responden, tapi juga bagaimana mereka menghadapi kesulitan-kesulitan tersebut dan upaya yang mereka lakukan untuk mengatasinya. Dari dua kali tes yang diberikan terhadap responden dengan menggunakan teks yang berbeda, penulis menyimpulkan bahwa kemampuan mereka dalam membaca teks fiksi berbahasa Prancis cukup baik.
Berikutnya adalah tulisan dari Asep Achmad Muhlisian yang berada pada konteks pembelajaran penerjemahan bahasa Jepang. Fokusnya adalah pada penerjemahan bagian latar belakang thesis mahasiswa bahasa Jepang di UPI Bandung. Hasilnya menunjukkan bahwa kesalahan yang paling banyak muncul adalah terkait pola kalimat, di samping beberapa kesalahan lain yang ada namun tidak dominan.
Tulisan ketiga kembali lagi ke konteks bahasa Prancis. Dian Agustina Pratama menggunakan teori fungsi dongeng dari Vladimir Propp untuk menganalisis dongeng Peau d’Ane karya seorang sastrawan Prancis Charles Perrault. Penelitian yang menggunakan metode deksriptif kualitatif ini menyimpulkan bahwa pada dongeng tersebut terdapat 19 fungsi yang membentuk sebuah skema cerita dongeng klasik.

Published: 2019-12-18

Articles

  • Silvi Satia Kemala
    1-14

    Abstract

    Penelitian ini menggambarkan kemampuan pemelajar bahasa Prancis dalam memahami teks fiksi berbahasa Prancis, kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh pemelajar dan upaya yang dilakukan pemelajar untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang dimaksud. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik studi pustaka, tes dan angket.  Tes yang diberikan kepada pemelajar adalah tes kemampuan membaca tingkat ingatan yang berupa teks fiksi berbahasa Prancis. Soal-soal yang terdapat dalam tes ini berbentuk benar/salah, menjodohkan, dan isian singkat. Tes diberikan sebanyak dua kali dengan teks fiksi yang berbeda. Setelah tes dilakukan, dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian menunjukkan kemampuan membaca pemelajar bahasa Prancis dalam membaca teks fiksi berbahasa Prancis tergolong cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari hasil tes sebagian besar para pemelajar dengan rata-rata presentase nilai tes kemampuan membaca sebesar 61,5 % untuk tes pertama dan rata-rata sebesar 69,83% untuk tes kedua.

  • Asep Achmad Muhlisian
    15-23

    Abstract

    Penerjemahan pada prosesnya merupakan suatu hal yang kompleks, sehingga besar kemungkinan bahwa dalam proses penerjemahan banyak sekali ditemukan permasalahan yang dapat menyebabkan timbulnya kesalahan penerjemahan. Dengan menggunakan metode penelitian studi kasus (Case Study) penulis berusaha mengkaji dan mendeskripsikan  kesalahan sintaksis penggunaan struktur kalimat yang muncul dalam penerjemahan dari bagian latar belakang thesis mahasiswa bahasa Jepang UPI Bandung. Hasil analisis data menunjukkan bahwa dari 45 kesalahan yang ditemukan dan kesalahan pola kalimat yang paling banyak muncul, sedangkan kesalahan akibat penghilangan bagian dari kata dalam kalimat, kesalahan urutan kata dan kesalahan penambahan kata dalam kalimat muncul namun tidak terlalu dominan.

  • Dian Agustina Pratama
    24-37

    Abstract

    Dongeng Peau d’Ane adalah salah satu dongeng karya Charles Perrault, sastrawan Prancis. Peau d’Ane masuk dalam kumpulan dongeng Les Plus Beaux Contes yang berisi karya-karya Charles Perrault. Dari semua dongeng Perrault, dongeng Peau d’Ane adalah dongeng mengenai putri raja tetapi fungsi tokoh pangeran yang muncul dalam cerita ini bukan sebagai penyelamat. Penelitian ini menggunakan teori fungsi dongeng menurut Propp yang membagi fungsi dalam dongeng menjadi 31 dan 7 lingkaran tindakan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan fungsi dan lingkaran tindakan dalam dongeng Peau d’Ane. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian analisis fungsi pada dongeng Peau d’Ane menunjukkan ada 19 fungsi yang muncul dan lingkaran tindakan muncul 5 distribusi fungsi pelaku. Fungsi-fungsi itulah yang membentuk jalan cerita pada dongeng Peau d'Ane, sedangkan pada lingkaran tindakan muncul 5 fungsi pelaku sebagai tokoh-tokoh yang memiliki peran dalam dongeng tersebut.

  • Ria Utami, Ahmad Yani
    38-51

    Abstract

    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis landskap dwibahasa berdasarkan isinya, mendeskripsikan bentuk bahasa yang digunakan, dan mengungkap komposisi bahasa yang digunakan. Objek penilitian ini adalah 174 landskap dwibahasa yang diambil di beberapa tempat di kota Bandung (kampus, rumah sakit, jalan, tempat bisnis, stasiun, dan restoran), diambil secara acak sederhana. Data dianalisa menggunakan statistik deskriftif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat enam jenis landskap yaitu: Informasi Umum 78 landskap (44.82%), Promosi 56 landskap (32.18%), Prosedure 16 landskap (9.20%), Larangan 14 landskap (8.04%), Permintaan 6 landskap (3.44%), and  Ungkapan Terima Kasih 3 landskap (1.72%) and Ucapan Selamat 1 landskap (0.57%). Pada bentuk penggunaan bahasa, terdapat 3 bentuk yaitu terjemahan, alih kode/campur kode, dan transliterasi).

  • Amin Basir
    52-63

    Abstract

    Pembahasan predikat kepemilikan (predicative possession) sebenarnya merupakan pembahasan yang cukup luas. Adapun aspek yang dikaji dalam makalah ini adalah melihat peran semantis apa saja yang muncul dalam predikat kepemilikan bahasa Inggris yang dikaji secara semantis. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Data yang digunakan pada makalah ini diambil dari British National Corpus (http://www.natcorp.ox.ac.uk/). Data yang dikumpulkan berisi kalimat berpredikat kepemilikan dalam bahasa Inggris dengan verba have, own, possess, dan belong to. Peran yang muncul pada predikat kepemilikan dalam bahasa Inggris baik pada verba have, own, possess, maupun belong to menunjukkan bahwa frasa nomina yang menempati posisi subjek dan objek berupa animate yang terdiri dari manusia, binatang, dan tumbuh-tumbuhan, dan jenis benda (inanimate) terdiri dari benda konkrit dan benda abstrak. Peran yang menduduki subjek/pemilik (possessor) pada kalimat aktif dengan verba have, own dan possess adalah peran benefactive, recipient, experiencer, dan maleficiary dan yang menduduki objek/termilik (possessee) adalah neutral, force. Sementara pada kalimat aktif pada verba belong to dan kalimat pasif pada verba own yang menduduki peran subjek adalah sebaliknya yaitu neutral, dan force. Selain itu, yang menduduki objek adalah peran benefactive, recipient, experiencer, dan maleficiary.

View All Issues

Jurnal SORA Terindeks di :