Violation Of Grice Maxim In Harry Potter And The Prisoner Of Azkaban

  • Natasya R Ellena English Literature Program, Faculty of Humanities, Udayana University

Abstract

Kompetensi pragmatis sangat penting untuk komunikasi yang efektif, namun kepentingannya sering diabaikan dalam pendidikan akademis dan aplikasi nyata. Kesenjangan yang signifikan dalam literatur adalah terbatasnya fokus pada bagaimana teori pragmatik, seperti prinsip kooperatif Grice, termanifestasi dalam dialog yang dituliskan namun bersifat naturalistik, seperti yang ada dalam film. Penelitian ini meneliti pelanggaran terhadap maksim percakapan Grice dalam film Harry Potter and the Prisoner of Azkaban (2004) untuk menghubungkan jurang pemisah antara wawasan teoritis dan pola wacana yang dapat diamati dalam media populer. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan dari skenario film dan dianalisis untuk menemukan contoh-contoh di mana karakter melanggar maksim kuantitas, kualitas, cara, dan hubungan. Pengumpulan data melibatkan pengamatan yang cermat terhadap interaksi karakter, dilengkapi dengan tinjauan naskah dan transkripsi. Prosedur analisis termasuk mengklasifikasikan ujaran berdasarkan maksim yang dilanggar dan menginterpretasikan setiap ujaran dalam konteks naratif dan emosional. Temuan-temuan tersebut mengungkapkan 39 kasus pelanggaran maksim yang menonjol, terutama yang melibatkan Manner dan Quality. Pelanggaran-pelanggaran ini sering kali didorong oleh motif-motif seperti menjaga kerahasiaan, menahan emosi, humor, dan penipuan

Published
2025-12-11
How to Cite
ELLENA, Natasya R. Violation Of Grice Maxim In Harry Potter And The Prisoner Of Azkaban. Jurnal SORA - Pernik Studi Bahasa Asing, [S.l.], v. 9, n. 2, p. 37-47, dec. 2025. ISSN 2685-1075. Available at: <https://jurnalsora.stba.ac.id/index.php/jurnal_sora/article/view/236>. Date accessed: 02 apr. 2026. doi: https://doi.org/10.58359/jurnal_sora.v9i2.236.