Untuk menjadi sebuah jurnal ilmiah yang terakreditasi, kami percaya, itu tidak akan mungkin bisa dicapai dengan cara yang secepat-cepatnya. Perlu proses yang memakan waktu dan membuahkan pelajaran berharga dari satu edisi ke edisi berikutnya bagi semua awak redaksi. Demikian pula yang kami jalani hingga saat ini. Setiap waktu, kami berniat memastikan bahwa Jurnal SORA berada pada rel yang seharusnya untuk tujuan itu. Dalam kaitan itu, pada edisi ini dengan bahagia kami katakan sebuah tonggak pencapaian penting telah kami pancangkan yang akan memperkaya kiprah kami dari sekarang dan seterusnya, yaitu telah adanya situs online Jurnal SORA, yang dapat diakses di http://jurnalsora.stba.ac.id/

Published: 2019-05-21

Articles

  • Okky Dwi Hapitta
    1-7

    Abstract

    Meningkatnya jumlah orang Turki yang datang ke Jerman menyebabkan terbentuknya kelompok sosial baru di Jerman. Kehadiran orang-orang Turki dan kelompok sosial tersebut, menambah dampak tersendiri bagi kehidupan sosial orang Jerman. Salah satu gerakan perlawanan kelompok-kelompok tertentu yang tidak suka akan kehadiran orang Turki di Jerman dilakukan oleh kelompok Skinhead yang merupakan subkultur dari Neo-Nazi (kelompok radikalisme sayap kanan). Penolakan kelompok Skinhead terhadap orang Turki tersebut, membuat orang-orang Turki merasa asing di Jerman. Keterasingan yang dirasakan orang Turki menjadi latar belakang Isolde Heyne dalam menulis roman remaja berjudul Yildiz Heiβt Stern (1994). Bentuk-bentuk keterasingan dalam narasi novel merupakan bentuk rasisme. Orang-orang Turki juga mengalami perasaan terasing dan aneh di Jerman. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan konsep othering atau meliyankan orang lain yang dianggap tidak sama yang dikemukakan oleh Gayatri Spivak (2008).

  • Senja Borgin
    8-18

    Abstract

    Penelitian ini mengkaji tentang leksikon Katze dalam peribahasa dan ungkapan bahasa Jerman dari tinjuan Linguakulturologi. Pembahasan ini bertujuan untuk mengetahui makna leksikon Katze dalam peribahasa dan ungkapan bahasa Jerman dan untuk mengetahui hubungan makna leksikon Katze dengan budaya dalam masyarakat Jerman. Data dikumpulkan dari kamus DUDEN Redewendungen (2008). Penyajian hasil analisis data dilakukan dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan ada 10 peribahasa dan ungkapan bahasa Jerman dengan leksikon Katze (kucing). Adapun makna yang muncul dari penggunaan leksikon Katze dalam peribahasa dan ungkapan bahasa Jerman adalah makna negatif.

  • Dian Rizky Azhari
    19-30

    Abstract

    Era Post-truth membawa pengaruh negatif ke seluruh aspek kehidupan masyarakat modern, termasuk dunia pemelajaran bahasa asing. Pengaruh tersebut masuk ke dalam kehidupan masyarakat melalui kesadaran masing-masing individu dan memengaruhi ideologi mereka. Dengan menggunakan pendekatan analisis wacana kritis dan analisis filsafat fenomenologis, tulisan ini menjelaskan cara fenomena Post-truth masuk ke kesadaran dan memengaruhi setiap tindakan individu, terutama dalam kasus pembelajaran bahasa asing. Hasilnya ditemukan bahwa era Post-truth ini memengaruhi dua aspek dalam pembelajaran bahasa asing, yaitu kebahasaan dan kebudayaan. Pengaruh tersebut hanya dapat dicegah melalui peran aktif baik dari siswa maupun pengajar bahasa asing tersebut. Diharapkan tulisan ini mampu menjelaskan situasi pembelajaran bahasa asing di tengah iklim Post-truth dan menawarkan solusi penanggulangannya.

  • Silvi Satiakemala
    31-39

    Abstract

    Penelitian ini membahas tentang penerapan teknik wawancara dalam storytelling. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah kontribusi dari teknik wawancara dalam storytelling dalam meningkatkan keterampilan berbicara dan menyimak para pemelajar bahasa Prancis. Penulis menggunakan metode kuasi eksperimen untuk menganalisis data, menggunakan prates dan pascates serta kuesioner sebagai alat bantu. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kompetensi pemahaman lisan meningkat berkat skenario pemelajaran dengan menggunakan teknik wawancara dalam storyteling. Kemampuan berbicara dan menyimak mengalami progres yang baik setelah membandingkan hasil skor prates dan pascates. Berdasarkan hasil analisis data Penulis dapat menyimpulkan bahwa teknik wawancara dalam storytelling efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara dan menyimak pada pemelajar bahasa Prancis.

  • Achmad Dian Nurdiansyah, Mayang Pramudhita
    40-48

    Abstract

    Penelitian ini mengkaji jenis dan frekuensi kemunculan “preposition in” dan juga membahas makna kontekstual “preposition in” yang digunakan dalam Cerita Rakyat Indonesia. Penelitian ini menggunakan teori Korpus Linguistik dari Kennedy (1998) dan Linguistik Kognitif dari Evans and Green (2006). Metode deskriptif-kualitatif digunakan sebagai metodologi penelitian ini dan menggunakan Monoconc Pro version 2.0. software sebagai alat menganalisis data untuk mengemukakan kemunculan dari “preposition in”. Berdasarkan hasil analisis data, terdapat dua jenis “preposition in” yang muncul dalam Cerita Rakyat Indonesia, yaitu penanda tempat dan waktu. Penanda tempat merupakan jenis dan frekuensi tertinggi dalam kemunculan “preposition in”. “Preposition in” dalam penanda tempat secara makna kontekstual mendefinisikan hubungan antara figur dan objek referensi. Dapat disimpulkan bahwa figur menempati referensi objek, tidak menempati referensi objek, dan berada dalam referensi objek. Sementara pada makna kontekstual penanda waktu, “preposition in” digunakan dalam kondisi spesifik dan non-spesifik.