THE USE OF SPATIAL AND TIME CONTEXTUAL MEANINGS OF PREPOSITION IN IN INDONESIAN FOLKLORES: CORPUS-BASED LINGUISTIC STUDY

  • Achmad Dian Nurdiansyah
  • Mayang Pramudhita
Keywords: korpus linguistik, linguistik kognitif, makna kontekstual, preposisi in, penanda tempat, penanda waktu

Abstract

Penelitian ini mengkaji jenis dan frekuensi kemunculan “preposition in” dan juga membahas makna kontekstual “preposition in” yang digunakan dalam Cerita Rakyat Indonesia. Penelitian ini menggunakan teori Korpus Linguistik dari Kennedy (1998) dan Linguistik Kognitif dari Evans and Green (2006). Metode deskriptif-kualitatif digunakan sebagai metodologi penelitian ini dan menggunakan Monoconc Pro version 2.0. software sebagai alat menganalisis data untuk mengemukakan kemunculan dari “preposition in”. Berdasarkan hasil analisis data, terdapat dua jenis “preposition in” yang muncul dalam Cerita Rakyat Indonesia, yaitu penanda tempat dan waktu. Penanda tempat merupakan jenis dan frekuensi tertinggi dalam kemunculan “preposition in”. “Preposition in” dalam penanda tempat secara makna kontekstual mendefinisikan hubungan antara figur dan objek referensi. Dapat disimpulkan bahwa figur menempati referensi objek, tidak menempati referensi objek, dan berada dalam referensi objek. Sementara pada makna kontekstual penanda waktu, “preposition in” digunakan dalam kondisi spesifik dan non-spesifik.

Published
2019-05-21
How to Cite
Nurdiansyah, A., & Pramudhita, M. (2019). THE USE OF SPATIAL AND TIME CONTEXTUAL MEANINGS OF PREPOSITION IN IN INDONESIAN FOLKLORES: CORPUS-BASED LINGUISTIC STUDY. Jurnal SORA, 4(1), 40-48. Retrieved from http://jurnalsora.stba.ac.id/index.php/jurnal_sora/article/view/37
Section
Articles