KETERASINGAN ORANG TURKI DI JERMAN DALAM ROMAN REMAJA BERBAHASA JERMAN YILDIZ HEIβT STERN KARYA ISOLDE HEYNE

  • Okky Dwi Hapitta
Keywords: roman remaja, yildiz heiβt stern, rasisme, othering, meliyankan

Abstract

Meningkatnya jumlah orang Turki yang datang ke Jerman menyebabkan terbentuknya kelompok sosial baru di Jerman. Kehadiran orang-orang Turki dan kelompok sosial tersebut, menambah dampak tersendiri bagi kehidupan sosial orang Jerman. Salah satu gerakan perlawanan kelompok-kelompok tertentu yang tidak suka akan kehadiran orang Turki di Jerman dilakukan oleh kelompok Skinhead yang merupakan subkultur dari Neo-Nazi (kelompok radikalisme sayap kanan). Penolakan kelompok Skinhead terhadap orang Turki tersebut, membuat orang-orang Turki merasa asing di Jerman. Keterasingan yang dirasakan orang Turki menjadi latar belakang Isolde Heyne dalam menulis roman remaja berjudul Yildiz Heiβt Stern (1994). Bentuk-bentuk keterasingan dalam narasi novel merupakan bentuk rasisme. Orang-orang Turki juga mengalami perasaan terasing dan aneh di Jerman. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan konsep othering atau meliyankan orang lain yang dianggap tidak sama yang dikemukakan oleh Gayatri Spivak (2008).

Published
2019-05-21
Section
Articles